Tuesday, August 16, 2011

4L4Y itu apa sicchh ??

ieeech lem0t beudt c k0mpna . . cbeLLz ! ! !
(maaf cuma contoh ت)

kalau sudah lihat tulisan seperti itu kita pasti langsung berkata penulisnya pasti orang 4L4Y atau ALAY. ALAY? Itu makanan jenis apa sih? Hahahaha. Tidak tau kenapa sekarang muncul lagi 1 kosakata baru yang namanya ALAY. Bahasa dari mana? siapa yang pertama mengembangkan ? kenapa harus ALAY? bingung? SAMA !!

biasanya orang 4L4Y mudah dijumpai dimana saja. Misalnya di facebook, 4L4Y mudah dijumpai
biasanya dilihat dari nicknamenya, status update nya, foto profilnya. beuuh silahkan buktikan !!!

Hantu? Believe it or Not :)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ahlan Wa sahlan!!
Apakabar nih agan dan aganwati?

Ehmm mulai dari mana yah. Hehe
oke dari sini aja.

di note gue kali ini gue mau ngebahas soal "Hantu". Kurang pagawean sih. tapi mumpung ada ide seger numpang lewat di otak gue yg sempit dan butek ini, semoga aja bermanfaat yaaa. Amin.

Wednesday, February 9, 2011

Buku yang Tak Seindah Sampulnya…

Tak ubahnya gelombang panas yang di semburkan matahari siang ini begitu membara. Membuat kulitku perih terbakar. Terlebih aku bersama 2 sahabatku, Cita dan Rena, tengah berada didalam sebuah angkutan umum (angkot-red) yang berjejal sarat penumpang. Alamaak, pengap, panas, dan sesak menggelayutiku. Mau bagaimana lagi, tahan sajalah. Sementara 2 temanku yang duduk persis dihadapanku juga terlihat sama pasrahnya dan sama tidak nyamannya.

Malu

Aku malu pada matahari
Ia selalu menyapaku lebih dulu
Saat pagi menjelang
Menyeruak dari celah jendelaku
Mendobrak masuk
Tak kuasa terhalangi
Aku juga malu pada
Ayam pelung tetanggaku
Berkokok tiada pernah malu
Meski terkadang
Suaranya serak
Karena kurang minum
Tapi tetap setia
Mengingatkanku saat
Pagi tiba
Aku lebih malu pada ibuku
Ibu rela menjadi jam weker ku
Bila aku telat bangun 5 menit
Menarik narik selimutku
Jika aku masih terlena di alam mimpi
Memarahiku saat aku benar-benar
Tenggelam di peraduan
Tapi aku lebih teramat malu
Pada diriku sendiri
Yang tak pernah mampu mengelak
Dari belaian nyaman
Kasur dan selimutku
Aku benar-benar malu

Petarung jalanan


Kurus kecil bermata sayu
Kulit hitam berambut merah
Binar matanya
Mengguratkan kepedihan
Gejolak batin tak terbendung
Jalanan bukan pilihan hidupnya
Mengais sedikit rupiah disana
Demi mengganjal perut buncitnya
Agar tidak berontak kelaparan
Jika ada uang lebih
Diberikan pada ibunya
Yang terbatuk-batuk
Terkulai lemah di kasur
Pandangannya kosong menerawang
pada sebuah gedung megah didepannya
tak pernah ia merasakan kemewahan
meski hanya seteguk